Dampak – dampak Revolusi Industri 4.0 Terhadap Industri Pariwisata

Revolusi Industri 4.0 ( keempat ) adlah bagaimana teknoligi seperti kecerdasan buatan, kendaraan otonom, dan internet saling memengaruhi kehidupan manusia. Hadirnya revolusi keempat ini tentu memberikan potensi besar untuk melipatgandakan produktivitas tenaga kerja sudah banyak perusahaan besar dunia telah menggunakan robot dan kecerdasan buatan sebagai pekerja di limi produksinya.

Dalam transformasi menuju industry 4.0 ( keempat ) , penyesuaian dilakukan di semua bidang, termasuk diantaranya industry pariwisata yang di dorong untuk semakin berkembang termasuk kea rah digital. Pengembangan industry dan pariwisata ke era digital akan di lakukan oleh pemerintah dengan menggandeng pihakswasta. Ini menjadi salah satu upaya menggenjot jumlah wisatawan baik domestic maupun manca Negara.

Pemeritah akan mendorong Industri pariwisata kea rah digital lalu bagaimana dampak revolusi Industri 4.0 ( ke empat) ini terhadap industry pariwisata? Sektor pariwisata yang berbasis digital juga dinilai akan lebih mempermusdah akses bagi wisatawan yang berkunjang dan penungkatan devisa dari pariwisata.

Dala penyesuaian industry pariwisata terhadao revolusi Inustri 4.0 ( ke empat )  ini menciptakan destinasi pariwisata kita lebih digital dan lebih enak di rasakan oleh para pengunjung atau wisatawan baik domestic maupun mancanegara. Satu contoh  yang sudah kita rasakan atau alami yaitu di saat kita ingin berpergian ke suatu daerah ataupun ke luar negeri, kita tidak perlu lagi repot – repot berkeliling mencari temat tinggal sementara atau hoki dan lain ebagainya. Kita cukup meng – googling di internet ataupun menggunakan aplikasi booking hotel, kemudian kita tentukan tanggal check in dan check out lalu di aplikasi tersebut akan muncul juga berapa tarif ang akan di kenakan.

Dampak revousi industry 4.0 ( kempt ) terhadap industry pariwisata ini lebih dominan berdampak positif, di karenakan dalam proses mempublikasikan tempat wisata, hotel, dan bahkan dalam pengurusan administrasi untuk memasuki tempat wisata maupun hotel jadi lebih mudah.

Secara sosio kultural media digital telah menghilangkan budaya jabat tangan, telah mengikis budaya sapaan.Dengan demikian, lambat laun sosialisasi secara fisik akan hilang dan manusia lebih bersifat individualisme. Hal yang demikian sering kita jumpai di sekeliling kita, banyak kita temui orang yang hanya menyimukkan jari-jemarinya dengan gadgettanpa menghiraukan keadaan sekitar. Sehingga seseorang akan lebih menikmati keberadaannya sendiri sekalipun berada diantara orang banyak.

Dalam penggunaan teknologi kita juga harus bisa memilih dan memilah konten yang benar. Namun masih sering kita jumpai masih banyak orang yang menyalah gunakan penggunaan teknologi. Misalnya dengan mengakses konten yang tidak benar yang bisa berdampak buruk tidak hanya pada dirinya melainkan bisa merugikan orang lain. Oleh karena itu sebagai generasi bangsa yang cerdas kita harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik dan mengembangkan ide-ide kreatif dengan kemudahan teknologi yang ada, tepat dalam memilih media, cerdas dalam mencari informasi, dan cermat membagikan informasi. Gunakan media digital untuk mengenal orang lebih banyak dan untuk mengetahui dunia lebih luas. Zaman sudah membuka mata untuk melihat yang terhalang tembok besar, zaman sudah membuka telinga untuk mendengar yang terhalang gelombang udara. Era digital disiapkan untuk generasi millenial. Generasi yang mampu menembus jarak dan waktu

Masih banyak lagi pengaruh negatif media digital bagi generasi millenial, akan tetapi pengawasan adalah hal utama untuk menyelamatkannya. Dampingi mereka ketika menggunakan gadget dan batasi mereka berselancar di dunia maya. Sosialisasi dari dini dan kenalkan konten positif yang membawa kemajuan.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started