BALI SIAP BERSAING DI ERA GLOBAL

Gambar terkait

Bali adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Denpasar. Bali juga merupakan salah satu pulau di Kepulauan Nusa Tenggara. Di awal kemerdekaan Indonesia, pulau ini termasuk dalam Provinsi Sunda Kecil yang beribu kota di Singaraja, dan kini terbagi menjadi 3 provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.[6][7]

Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa PenidaPulau Nusa LembonganPulau Nusa CeninganPulau Serangan, dan Pulau Menjangan.

Secara geografis, Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.

Hasil gambar untuk tourism field bali

Gambar terkait

Bali tidak memiliki jaringan rel kereta api namun jaringan jalan yang ada di pulau ini tergolong sangat baik dibanding daerah-daerah lain di Indonesia, jaringan jalan tersedia dengan baik khususnya ke daerah-daerah tujuan wisatawan yakni LegianKutaSanurNusa DuaUbud, dll. Sebagian besar penduduk memiliki kendaraan pribadi dan memilih menggunakannya karena moda transportasi umum tidak tersedia dengan baik, kecuali taksi dan angkutan pariwisata. Moda transportasi massal saat ini disiapkan agar Bali mampu memberi kenyamanan lebih terhadap para wisatawan. Baru-baru ini untuk melayani kebutuhan transportasi massal yang layak di pulau Bali diluncurkan Trans Sarbagita (Trans Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) menggunakan bus besar dengan fasilitas AC dengan tarif Rp 3.500.

Sampai sekarang, transportasi di Bali umumnya dibangun di Bali bagian selatan sekitar Denpasar,KutaNusa Dua, dan Sanur sedangkan wilayah utara kurang memiliki akomodasi yang baik.

Hasil gambar untuk transportasi

Jenis kendaraan umum di Bali atara lain:

  • Dokar, kendaraan dengan menggunakan kuda sebagai penarik dikenal sebagai delman di tempat lain
  • Ojek, taksi sepeda motor (sebagian sudah berbasis di intenet)
  • Bemo/angkot, melayani dalam dan antarkota
  • Bus Trans Sarbagita ( Koridor 1 < Kota – Garuda Wisnu Kencana (GWK) >) dan (Koridor 2 < Nusa Dua – Batubulan>)
  • Taksi (sebagian sudah mempunyai aplikasi di smartphone)
  • Komotra, bus yang melayani perjalanan ke kawasan pantai Kuta dan sekitarnya
  • Bus, melayani hubungan antarkota, pedesaan, dan antarprovinsi.

Bali terhubung dengan pulau Jawa dengan layanan kapal feri yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk di kabupaten Jembrana dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi yang lama tempuhnya sekitar 30 hingga 45 menit saja. Penyeberangan ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar yang memakan waktu sekitar empat sampai lima jam lamanya tergantung cuaca.

Transportasi udara dilayani oleh Bandara Internasional Ngurah Rai dengan destinasi ke sejumlah kota besar di Indonesia, AustraliaSingapuraMalaysiaThailandTimor LesteRRC serta JepangLandas pacu dan pesawat terbang yang datang dan pergi bisa terlihat dengan jelas dari pantai dan menjadi semacam hiburan tambahan bagi para wisatawan yang menikmati pantai Bali.

Untuk transportasi darat antar pulau di bali ada terminal Ubung-Denpasar dan terminal Mengwi yang menghubungkan pulau Bali dengan Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Terminal Ubung di pulau Bali ini melayani berbagai rute antar pulau tujuan Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Madura, Jember, dll. Angkutan antar pulau dilayani oleh armada bus besar dengan kelas ekonomi, bisnis dan eksekutif. Terminal Ubung relatif ramai mulai pukul 15.00 – 18.00 WITA karena pada jam tersebut banyak bus yang mulai berangkat ke kota tujuan masing-masing. Bagi anda yang datang ke terminal ini harap waspada karena banyak calo yang agak memaksa penumpang.

Bali adalah primadona pariwisata Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Selain terkenal dengan keindahan alam, terutama pantainya, Bali juga terkenal dengan kesenian dan budayanya yang unik dan menarik. Industri pariwisata berpusat di Bali Selatan dan di beberapa daerah lainnya. Lokasi wisata yang utama adalah Kuta dan sekitarnya seperti Legian dan Seminyak, daerah timur kota seperti Sanur, pusat kota seperti Ubud, dan di daerah selatan seperti Jimbaran, Nusa Dua dan Pecatu. Bali sebagai tempat tujuan wisata yang lengkap dan terpadu memiliki banyak sekali tempat wisata menarik, antara lain: Pantai Kuta, Pura Tanah Lot, Pantai Padang – Padang, Danau Beratan Bedugul, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pantai Lovina dengan Lumba Lumbanya, Pura Besakih, Uluwatu, Ubud, Munduk, Kintamani, Amed, Tulamben, Pulau Menjangan dan masih banyak yang lainnya. Kini, Bali juga memiliki beberapa pusat wisata yang sarat edukasi untuk anak-anak seperti kebun binatang, museum tiga dimensi, taman bermain air, dan tempat penangkaran kura-kura.

Jenis Usaha dan Strategi dalam Bersaing di DUnia Usaha

Pada era millenial ini, sebagai generasi muda harus bisa mengatasi segala masalah, atau hal hal yg terjadi di dunia ini. Sebagai generasi muda juga harus pintar dalam bekerja sama dengan pahit manisnya dunia. Jika hanya bisa bergantung terhadap orang lain, kita tidak akan pernah bisa maju menuju kesuksesan. Salah satu cara agar kita bisa mengelola segala hal dengan baik yaitu dengan memiliki sebuah usaha. Usaha juga bisa sebagai jaminan/investasi bagi hidup kita kedepan. Baik dalam bidang apapun. Tetapi banyak orang yang membuka usaha dalam bidang pariwisata. Alasannya karena di Indonesia tepatnya di Bali, sangat banyak turis manca negara datang atau pun domestik untuk menikmati keindahan alam Indonesia. Tak jarang kita melihat banyak usaha-usaha yang ada di daerah pantai, gunung, ataupun objek wisata lainnya. Usaha-usaha yang dibangun antara lain, hotel, cafe beach club, restoran, villa, ataupun warung-warung sederhana yang dibuka oleh masyarakat sekitaran daerah objek wisata. Karena sangat besar untung yang didapat bagi mereka yg membuka usaha khususnya dibidang pariwisata.

Dari hal itu, saya ingin membuka sebuah cafe beach club yg terletak didekat pantai di Bali. Dengan cara ini saya bisa menguntungkan banyak orang. Karena saya akan merekrut orang asli bali. Karna saya ingin mengurangi pengangguran di Bali dan saya akan memberikan pelatihan tentang bagian-bagian dibidang pariwisata. Kedua adalah para wisatawan yg berkunjung. Mereka akan mendapatkan service yang memuaskan dari pihak kami, dan akan mendapatkan kesan yang tidak bisa dilupakan saat mereka berkunjung.

Disetiap usaha pasti memiliki strategi untuk menarik para konsumen. Saya pun memiliki strategi yang jitu untuk menarik perhatian wisatawan terhadap cafe beach club saya. Pertama dengan memberi service yg sangat memuaskan. Kedua dengan memberikan hadiah-hadiah yang berupa souvenir khas Bali kepada para wisatawan yg telah berkunjung ke cafe beach club saya. Ketiga saya akan memberikan rasa nyaman dan aman kepada para wisatawan yang berkunjung.

Itulah harapan saya sebagai generasi muda/generasi millenial yang akan memulai usaha di bidang pariwisata. Semoga dengan usaha saya ini, bisa mengurangi pengangguran di Bali, membuat Bali lebih banyak dikagumi oleh para wisatawan baik wisatawan asing maupun domestik. Dan semakin terkenal nya nama Pulau Bali di seluruh dunia.

Dampak – dampak Revolusi Industri 4.0 Terhadap Industri Pariwisata

Revolusi Industri 4.0 ( keempat ) adlah bagaimana teknoligi seperti kecerdasan buatan, kendaraan otonom, dan internet saling memengaruhi kehidupan manusia. Hadirnya revolusi keempat ini tentu memberikan potensi besar untuk melipatgandakan produktivitas tenaga kerja sudah banyak perusahaan besar dunia telah menggunakan robot dan kecerdasan buatan sebagai pekerja di limi produksinya.

Dalam transformasi menuju industry 4.0 ( keempat ) , penyesuaian dilakukan di semua bidang, termasuk diantaranya industry pariwisata yang di dorong untuk semakin berkembang termasuk kea rah digital. Pengembangan industry dan pariwisata ke era digital akan di lakukan oleh pemerintah dengan menggandeng pihakswasta. Ini menjadi salah satu upaya menggenjot jumlah wisatawan baik domestic maupun manca Negara.

Pemeritah akan mendorong Industri pariwisata kea rah digital lalu bagaimana dampak revolusi Industri 4.0 ( ke empat) ini terhadap industry pariwisata? Sektor pariwisata yang berbasis digital juga dinilai akan lebih mempermusdah akses bagi wisatawan yang berkunjang dan penungkatan devisa dari pariwisata.

Dala penyesuaian industry pariwisata terhadao revolusi Inustri 4.0 ( ke empat )  ini menciptakan destinasi pariwisata kita lebih digital dan lebih enak di rasakan oleh para pengunjung atau wisatawan baik domestic maupun mancanegara. Satu contoh  yang sudah kita rasakan atau alami yaitu di saat kita ingin berpergian ke suatu daerah ataupun ke luar negeri, kita tidak perlu lagi repot – repot berkeliling mencari temat tinggal sementara atau hoki dan lain ebagainya. Kita cukup meng – googling di internet ataupun menggunakan aplikasi booking hotel, kemudian kita tentukan tanggal check in dan check out lalu di aplikasi tersebut akan muncul juga berapa tarif ang akan di kenakan.

Dampak revousi industry 4.0 ( kempt ) terhadap industry pariwisata ini lebih dominan berdampak positif, di karenakan dalam proses mempublikasikan tempat wisata, hotel, dan bahkan dalam pengurusan administrasi untuk memasuki tempat wisata maupun hotel jadi lebih mudah.

Secara sosio kultural media digital telah menghilangkan budaya jabat tangan, telah mengikis budaya sapaan.Dengan demikian, lambat laun sosialisasi secara fisik akan hilang dan manusia lebih bersifat individualisme. Hal yang demikian sering kita jumpai di sekeliling kita, banyak kita temui orang yang hanya menyimukkan jari-jemarinya dengan gadgettanpa menghiraukan keadaan sekitar. Sehingga seseorang akan lebih menikmati keberadaannya sendiri sekalipun berada diantara orang banyak.

Dalam penggunaan teknologi kita juga harus bisa memilih dan memilah konten yang benar. Namun masih sering kita jumpai masih banyak orang yang menyalah gunakan penggunaan teknologi. Misalnya dengan mengakses konten yang tidak benar yang bisa berdampak buruk tidak hanya pada dirinya melainkan bisa merugikan orang lain. Oleh karena itu sebagai generasi bangsa yang cerdas kita harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik dan mengembangkan ide-ide kreatif dengan kemudahan teknologi yang ada, tepat dalam memilih media, cerdas dalam mencari informasi, dan cermat membagikan informasi. Gunakan media digital untuk mengenal orang lebih banyak dan untuk mengetahui dunia lebih luas. Zaman sudah membuka mata untuk melihat yang terhalang tembok besar, zaman sudah membuka telinga untuk mendengar yang terhalang gelombang udara. Era digital disiapkan untuk generasi millenial. Generasi yang mampu menembus jarak dan waktu

Masih banyak lagi pengaruh negatif media digital bagi generasi millenial, akan tetapi pengawasan adalah hal utama untuk menyelamatkannya. Dampingi mereka ketika menggunakan gadget dan batasi mereka berselancar di dunia maya. Sosialisasi dari dini dan kenalkan konten positif yang membawa kemajuan.

Digital di Era Milenial

Globalisasi merupakan perkembangan zaman secara menyeluruh dari berbagai aspek. Revolusi dari zaman ke zaman hingga ke tahap peradaban manusia seperti sekarang ini, adalah salah satu keberhasilan ilmu pengetahuan yang mengubah dunia. Tahapan demi tahapan teknologi terlalui sehingga menuju ke teknologi modern atau yang sering kita kenal dengan teknologi digital.

Thomas L Friedmen membagikan globalisasi ke dalam tiga tahapan, yaitu globalisasi yang menggunakan teknologi tenaga kuda, tenaga uap, tenaga angin dan tenaga air. Tahapan ini disebut tahapan globalisasi 1.

Selanjutnya tahapan kedua menggunakan teknologi mesin, karena pada masa tersebut atau tepatnya pada abad ke 18 lahirnya revolusi industri dan dinamakan dengan tahapan revolusi 2. Pada masa itu perusahaan adalah penggerak utama untuk merubah yang manual menjadi mekanik.

Kemudian masuklah ke tahapan ketiga atau globalisasi 3 yang mana kehidupan manusia diwarnai dengan menggunakan teknologi digital. Pada masa ini dunia terasa menjadi kecil, yang jauh menjadi dekat, yang tersembunyi menjadi nampak, bisa berkomunikasi dari berbagai arah tanpa penghalang ruang dan waktu. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa globalisasi sekarang sudah ke era 4 yang mana segala peradaban manusia sudah dikuasai oleh dunia virtual atau dikenal dengan nama internet of things.

Lebih lanjut, Steve Jobs pernah mengatakan bahwa “Akan terjadi masa transisi di mana komputer akan menjadi alat komunikasi yang baru, dan komputer menjadi stasiun di mana pengguna mencurahkan semua isi pikiran dan perasaannya, maka kita dapat mengetahui orang itu seperti apa hanya dengan menanyai komputer yang ia gunakan semasa hidupnya”.

Zaman akan berubah seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan melahirkan ambisi manusia menciptakan sesuatu di luar nalar yang mematahkan teori-teori klasik. Tidak ada lagi batasan di bumi ini untuk berkomunikasi, berjumpa, mencari informasi bahkan berbisnis pun sudah dijembatani oleh media yang kita sebut digital.

Zaman digital adalah zaman yang memberi kemudahan bagi manusia. Seolah tidak ada lagi hambatan bagi manusia dalam melakukan setiap aktivitas. Media digital bisa didapatkan di dalam komputer, smartphone dan rancangan teknologi lainnya yang selalu dibawa oleh manusia untuk memuaskan keinginannnya. Setiap sendi kehidupannya selalu ditemani oleh benda tak bernyawa dari yang berukuran segenggam tangan sampai sekecil biji bayam.

Generasi millenial sering kali terdengar dan sudah tidak asing saat ini. Yang biasa disebut Generasi Millenial adalah generasi yang lahir ditahun 1980 sampai tahun 2000’an. Istilah generasi millennial tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya.

Millenial selalu berkaitan dengan teknologi dan menjadi sorot utama pada saat ini, baik di media maupun di masyarakat. Disebut berkaitan dengan teknologi karena generasi ini open minded terhadap teknologi. Peran generasi millenial ini sangat besar di era digital, dengan kecanggihan smartphone mereka sudah bisa membuat berbagai konten dan bisa mengakses apa saja dengan mudah. Dengan ide-ide kreatif, mereka bisa memulai karirnya menjadi content creator, youtuber, dan juga membuka online shop. Sering kali banyak dari mereka yang sukses berkat kemajuan teknologi saat ini.

Berbicara mengenai kemajuan teknologi, Di era millenial ini majalah sudah bisa berbasis online atau yang biasa disebut dengan “Online Magazine” majalah ini tidak menggunakan bahan kertas melainkan dalam bentuk file yang dapat di akses dengan mudah oleh masyarakat melalui internet.

Secara sosio kultural media digital telah menghilangkan budaya jabat tangan, telah mengikis budaya sapaan.Dengan demikian, lambat laun sosialisasi secara fisik akan hilang dan manusia lebih bersifat individualisme. Hal yang demikian sering kita jumpai di sekeliling kita, banyak kita temui orang yang hanya menyimukkan jari-jemarinya dengan gadgettanpa menghiraukan keadaan sekitar. Sehingga seseorang akan lebih menikmati keberadaannya sendiri sekalipun berada diantara orang banyak.

Dalam penggunaan teknologi kita juga harus bisa memilih dan memilah konten yang benar. Namun masih sering kita jumpai masih banyak orang yang menyalah gunakan penggunaan teknologi. Misalnya dengan mengakses konten yang tidak benar yang bisa berdampak buruk tidak hanya pada dirinya melainkan bisa merugikan orang lain. Oleh karena itu sebagai generasi bangsa yang cerdas kita harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik dan mengembangkan ide-ide kreatif dengan kemudahan teknologi yang ada, tepat dalam memilih media, cerdas dalam mencari informasi, dan cermat membagikan informasi. Gunakan media digital untuk mengenal orang lebih banyak dan untuk mengetahui dunia lebih luas. Zaman sudah membuka mata untuk melihat yang terhalang tembok besar, zaman sudah membuka telinga untuk mendengar yang terhalang gelombang udara. Era digital disiapkan untuk generasi millenial. Generasi yang mampu menembus jarak dan waktu

Masih banyak lagi pengaruh negatif media digital bagi generasi millenial, akan tetapi pengawasan adalah hal utama untuk menyelamatkannya. Dampingi mereka ketika menggunakan gadget dan batasi mereka berselancar di dunia maya. Sosialisasi dari dini dan kenalkan konten positif yang membawa kemajuan.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started